RSS

Pengertian dan cara Mengurangi Kecemasan

07 Jan

A.   Pengertian Kecemasan

Kecemasan merupakan hal yang sering kita alami dalam hidup ini, sebetulnya kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang menekan. Dimana memungkinkan seseorang merasakan ketakutan yang  tidak rasional terhadap sesuatu.

cemas

Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian kecemasan, akan dipaparkan pendapat beberapa para ahli dalam merumuskan pengertian tentang kecemasan sebagai berikut :

v  Menurut Post (1978), kecemasan adalah kondisi emosional yang tidak menyenangkan, yang ditandai oleh perasaan-perasaan subyektif seperti ketegangan, ketakutan, kekhawatiran dan juga dengan aktifnya syaraf pusat.

v  Menurut Lazarus (1991), kecemasan adalah reaksi individu terhadap hal yang akan dihadapi. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang berhubungan dengan aspek subyektif emosi. Kecemasan merupakan gejala yang biasa pada saat ini, karena itu disepanjang perjalanan hidup manusia, mulai lahir sampai menjelang kematian, rasa cemas sering kali ada.

v  Menurut Maramis (1995), kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran yang timbul karena diarasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

v  Menurut Nevid (2005), Kecemasan dapat menjadi reaksi emosional yang normal dibeberapa situasi, tetapi tidak disituasi lain.

Kecemasan tidak sepenuhnya adalah hal yang buruk bagi manusia, kenapa? Tuhan menciptakan manusia dengan kecemasan agar kita memiliki kepekaan untuk menjaga diri dari hal yang berbahaya yang memungkinkan membahayakan dirinya. Misalnya penumpang ojek merasa ketakutan ketika motor dikemudikan dengan kecepatan diatas rata-rata dan salip kanan dan salip kiri.

  Tipe-Tipe Kecemasan :

Kecemasan sangat umum terjadi dan mencapai 13% dari jumlah penduduk dewasa. Kecemasan  juga dapat menyerang siapa saja baik di usia anak-anak, masa remaja dan juga dewasa.

Kecemasan terbagi menjadi 5 (lima) jenis/tipe yaitu sebagai berikut:

  • Panic Disorder :

Orang-orang dengan gangguan kepanikan ini biasanya sering merasa diteror secara tiba-tiba dan terjadi berulang kali. Mereka sering kali mudah berkeringat, merasakan sakit di dada, palpitasi (detak jantung tidak teratur), dan perasaan tersedak, yang dapat membuat seseorang merasa seperti sedang mengalami serangan jantung.

  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) :

Orang-orang yang mengalami OCD ini biasanya memiliki gangguan pikiran yang konstan dan ketakutan-ketakutan tertentu akan sesuatu secara berlebihan sehingga mendorongnya untuk melakukan ritual atau rutinitas tertentu. Misalnya orang yang takut pada kuman secara berlebihan sering kali berpikiran bahwa ada banyak kuman di sekelilingnya, sehingga setiap kali ia menyentuh sesuatu, ia haru segera mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan. Akibatnya orang yang mengalami OCD berperilaku terlalu pembersih sehingga kotoran atau ketidak rapian sedikit, sangat menggangu pikirannya.

  • General Anxiety Disorder (GAD)

Gangguan ini melibatkan rasa khawatir yang berlebihan, sering kali tidak realistis, meski tidak ada hal-hal yang memprovokasi ketakutan tersebut (ketakutan tanpa alasan yang jelas). Orang-orang demikian sering kali mengalami halusinasi.

  • Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Orang dengan gangguan PTSD ini biasanya pernah mengalami trauma atau peristiwa yang sangat mengerikan seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian tak terduga orang yang dicintai, kecelakaan atau bencana alam. Orang dengan PTSD sering memiliki pikiran dan kenangan yang abadi dan cenderung menakutkan terhadap kejadian tersebut. Biasanya, mereka cenderung mati rasa secara emosional.

  • Phobia-phobia (termasuk Social Phobia, atau Social Anxiety Disorder)

Biasanya, orang-orang dengan gangguan ini memiliki ketakutan-ketakutan terhadap hal-hal tertentu. Misalnya orang takut ketinggian,takut jarum suntik, takut darah, dll. Sewajarnya, manusia hanya memiliki 2 jenis ketakutan waja sejak lahir yaitu takut terhadap suara keras dan takut jatuh. Sedangkan jenis-jenis ketakutan lainnya merupakan pembelajaran dari lingkungan (pengaruh lingkungan) atau kejadian traumatis semasa hidup. Takut kepada Tuhan bukanlah termasuk phobia, melainkan harus diperluas definisinya sebagai ketakwaan/kepatuhan hamba terhadap Tuhannya dengan mematuhi perintahNya serta menjauhi LaranganNnya. Phobia terhadap sesuatu adalah akibat emosi intens yang pernah terjadi terhadap sesuatu yang ditakutkan tersebut, apabila akar masalahnya ditemukan dan emosinya dirilis maka phobia tersebut otomatis akan hilang.

Kecemasan yang paling banyak ditemukan adalah anxiety sosial (social anxiety atau sering juga disebut sebagai social phobia) yakni kecemasan berlebihan seseorang terhadap lingkungan sosialnya. Orang-orang dengan gangguan ini biasanya takut dengan penilaian orang lain, takut diejek, takut tidak diterima oleh teman-temannya, dsb.

B.   Cara Mengurangi Kecemasan

Berikut ini akan dipaparkan cara mengurangi kecemasan yang mungkin membantu kita semua dalam mengurangi kecemasan yaitu :

1.   mengumpulkan fakta.

Mengapa ini penting? Sebab jika kita tidak mempunyai fakta kita bahkan tidak akan pernah bisa mencoba memecahkan masalah kita dengan cerdas. Tanpa fakta, kita hanya akan berputar-putar dalam kebingungan. Inilah pendapat Herbert Hawkes, Dekan Columbia College, selama 20 tahun. Ia telah membantu dua ratus ribu mahasiswa memecahkan masalah keceemasan mereka. Ia berkata: “kebingungan adalah penyebab utama kecemasan”. Itulah sebabnya hampir semua pasien saya mengatakan cemas karena bingung dan semuanya benar-benar tidak tahu apa penyebab kecemasannya itu.

Separuh kecemasan di dunia timbul karena orang berusaha membuat sebuah keputusan sebelum mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk dijadikan dasar keputusan mereka. “Misalnya” Hawkes berkata: “Jika saya mempunyai masalah yang harus saya hadapi pada jam 10.00 Senin depan, saya menolak membuat keputusan apapun tentang hal itu hingga Senin depan tiba.

Selama waktu itu saya akan berkonsentrasi mengumpulkan semua fakta yang berhubungan dengan masalah itu. Saya tidak merasa cemas. Saya tidak merasa sengsara karena masalah saya. Saya tidak kehilangan waktu tidur saya. Saya hanya berkonsentrasi mengumpulkan fakta. Dan bila hari Senin tiba, jika saya sudah mempunyai seluruh faktanya, masalah yang saya hadapi biasanya sudah terpecahkan sendiri!”.

Apakah dengan begitu ia telah berhasil menyingkirkan semua masalah kecemasan? “Ya”, ia berkata, “ saya fikir dengan jujur bisa berkata kalau hidup saya sekarang benar-benar bebas dari rasa cemas. Saya telah menemukan, bahwa bila seseorang mau meluangkan waktunya untuk mengumpulkan fakta secara menyeluruh dengan cara yang obyektif, masalah kecemasannya biasanya akan menguap dihadapan cahaya pengetahuan.”

Pasien-pasien saya untuk gangguan cemas menyeluruh, bila saya tanya apakah penyebab kecemasannya yang terus menerus itu, hampir semuanya pasti menjawab tidak tahu penyebabnya itu. Bangun tidur pagi hari mereka sudah langsung cemas dengan aneka ragam gejala seperti diatas. Hal ini disebabkan mereka tidak pernah mengumpulkan data dalam hidupnya, dan menganalisa data-data itu.

2.   Ikhlas dan rileks

Tidak perlu kuatir dan santai saja. Jika anda cukup iman maka dengan berdoa, sholat yang khusyu’ dan yakin akan ketetapan-ketetapan Allah SWT atas diri manusia dan makhluk-makhluknya maka dapat membantu diri anda untuk ikhlas dan rileks. Hal ini akan sangat membantu meredakan kecemasan dibandingkan obat-obat penenang atau anti depressan yang justru setelah pemakaian sekian lama sama saja dengan meracuni tubuh anda sendiri.

Keyakinan terhadap Allah SWT (atau sebutan Tuhan bagi agama non-muslim) haruslah seyakin keyakinan anda bahwa bumi itu bulat atau ikan hidupnya di air. Pernyataan saya ini berarti bahwa jangan ada sedikitpun keraguan terhadap Allah SWT.

Cara lain adalah dengan membiasakan diri duduk tenang sebelum memulai hari anda, lakukan affirmasi positif atau doa di pagi hari. Dapat pula anda lakukan meditasi ringan di tempat yang anda merasa nyaman dengan cara memperhatikan ritme nafas anda. Hal ini untuk membiasakan diri anda berfikir rileks.

Kemudian anda pahami bahwa setiap masalah hanyalah peristiwa. Peristiwa adalah kejadian netral yang memang harus terjadi sesuai ketetapan dari Allah SWT. Kejadian tersebut bermakna positif maupun negatif adalah pelabelan oleh persepsi kita terhadap kejadian tersebut. Secara cerdas, anda dapat memperluas peta persepsi anda dengan memaknai setiap peristiwa/masalah secara positif. Katakanlah “ambil hikmah. dari setiap kejadian” atau “pandang dari sisi positifnya saja”. Jika tidak, maka emosi yang intens akan melekat pada peristiwa tersebut yang kemudian justru akan membebani pikiran anda sendiri.

Sumber :

http://www.duniapsikologi.com/kecemasan-pengertian-dan-faktor-penyebabnya/

http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/10/17/menanggulangi-kecemasan-292748.html

http://hujairin.wordpress.com/2012/04/25/bagaimana-mengobati-kecemasan-general-anxiety-dan-serangan-panik-panic-attacks/

http://nuraminsaleh.blogspot.com/2013/01/pengertian-kecemasan-menurut-para-ahli.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2013 in Psikologi

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: