RSS

Mengenal Secara Singkat Iklan

01 Mei

1. Pengertian Iklan
Menurut PPPI(Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), “iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa dan ditujukan untuk sebagian atau seluruh masyarakat”.
Menurut Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2008:244), “Iklan adalah segala bentuk presentasi nonpribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar”.
Menurut Handito Joewono (2011:78), “Iklan merupakan alat promosi yang sangat berpengaruh untuk memperkenalkan produk baru dan meningkatkan kesadaran konsumen”.

2. Tujuan Iklan
Menurut Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2008:245), iklan berdasarkan tujuannya yaitu :
1. Informative advertising (Iklan informasi)
Dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu produk yaitu menciptakan kesadaran akan merk dan pengetahuan mengenai produk baru atau ciri baru dari produk yang telah ada.
2. Persuasive advertising (Iklan yang meyakinkan)
Dimaksudkan untuk tahap persaingan yaitu untuk membangun permintaan dengan menciptakan kesukaan, pemilihan, keyakinan dan pembelian suatu produk atau jasa.
3. Reminder advertising (Iklan pengingat)
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian berulang dari produk atau jasa.
4. Reinforcement advertising (Iklan penguatan)
Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli bahwa pembelian yang dilakukan adalah keputusan yang tepat.

3. Cara Menyusun Penyampaian Iklan
Menurut Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2008:214), merumuskan komunikasi untuk mencapai tanggapan yang diinginkan akan menuntut pemecahan tiga masalah yaitu:
1. Apa yang harus dikatakan (strategi pesan)
Dalam menentukan strategi pesan, manajemen mencari daya tarik, tema, atau gagasan yang akan mengikat ke dalam penentuan posisi merek, dan membantu untuk membangun titik kesamaan atau titik perbedaan. Beberapa daripadanya mungkin berkaitan langsung dengan kinerja produk atau jasa (mutu penghematan atau nilai merek) sementara yang lain mungkin berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan yang lebih ekstrinsik ( mereknya bersifat kontemporer, populer atau tradisional).
2. Bagaimana mengatakannya (strategi kreatif)
Efektivitas komunikasi tergantung pada bagaimana pesan diekspresikan dan juga isi pesan itu sendiri. Strategi kreatif adalah cara pemasar menerjemahkan pesan mereka ke dalam satu komunikasi yang spesifik.
3. Siapa yang seharusnya mengatakannya (sumber pesan)
Pesan yang disampaikan oleh sumber pesan yang menarik atau terkenal akan lebih menarik perhatian dan mudah diingat. Hal inilah yang menyebabkan pengiklanan sering menggunakan orang-orang terkenal sebagai juru bicara dalam menyampaikan pesan iklan. Orang terkenal tersebut kemungkinan akan efektif apabila mereka melambangkan ciri utama produk. Yang terpenting kredibilitas juru bicara tersebut. Ketiga faktor kredibilitas yang paling sering dikenal adalah keahlian (expertise), kelayakan dipercaya (trustworthiness), kemampuan disukai (likability).

Sumber:
Joewono, Handito. 2011. The 5 Arrow Of New Marketing. Jakarta: Arrbey.
Kotler, Philip and Kevin Lane Keller. 2008. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Indeks

http://www.p3i-pusat.com/rambu-rambu/buku-pedoman/193-definisi-iklan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 1, 2014 in Tugas Softskill

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: